POSKOTASUMATERA.COM, GUNUNGSITOLI - Saya, Haogo Zega, wartawan muda, melihat video yang beredar tentang dugaan oknum anggota DPRD Nias Barat berinisial SAG yang tengah mengisap sabu. Kejadian ini melukai hati masyarakat dan mencederai kepercayaan publik terhadap lembaga perwakilan.
DPRD dibentuk dengan mandat suci dari rakyat. Anggota dewan dipilih untuk menggunakan mulutnya menyuarakan aspirasi, memperjuangkan kesejahteraan, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Bukan untuk menjadikannya cerobong asap narkoba, kata Haogo Zega kepada PoskotaSumatera.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (17/5/2026) malam.
Ia mengatakan, tindakan ini bukan pelanggaran biasa. Ini pengkhianatan terhadap mandat publik. Seorang pejabat publik yang terjerat narkoba kehilangan legitimasi moral. Bagaimana mungkin ia merumuskan kebijakan, menyusun anggaran, dan mengawasi pemerintahan jika kesadarannya sudah digadaikan pada zat adiktif?
Dampaknya langsung ke generasi muda. Pejabat publik adalah role model. Jika pemimpin daerah dengan mudah terlibat narkoba, maka kita sedang merusak mentalitas anak bangsa. Kita sedang mempertaruhkan bonus demografi Nias Barat dan Indonesia.
Saya mendesak tiga hal tanpa kompromi:
1. Partai Hanura, harus segera melakukan penyelidikan internal yang transparan. Jika bukti otentik terpenuhi, pecat tidak hormat. Jangan jadikan proses internal sebagai tameng untuk meredam kemarahan publik.
2. Polda Sumut dan Polres Nias, harus segera melakukan tes urine, verifikasi keaslian video, dan proses hukum sesuai ketentuan. Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
3. Masyarakat Nias Barat, harus bersatu mengawal kasus ini sampai tuntas. Kita butuh wakil rakyat yang menghasilkan gagasan dan solusi, bukan asap sabu, harapnya.
Narkoba merusak akal sehat, mengikis empati, dan membuka pintu korupsi. Jika kecanduan ini dibiarkan hidup di dalam parlemen, maka kebijakan yang lahir akan cacat dan merugikan rakyat, katanya.
Rakyat Nias Barat tidak butuh wakil yang pandai memproduksi asap. Kita butuh wakil yang berani memproduksi perubahan, tambahnya.
Sudah saatnya panggung politik dibersihkan dari parasit moral. Jangan biarkan masa depan daerah ini hancur karena kita diam saat wakil rakyat menyalahgunakan sumpah jabatannya, tambah Haogo Zega, mengakhiri. (PS/356 dan Haogo Zega)