POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan kembali mendapat perhatian dalam penguatan sektor pelayanan kesehatan di Sumatera Utara. resmi ditetapkan sebagai salah satu lokus Program Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus Layanan Spesialistik Sumut Berkah oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Penetapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Program Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus Layanan Spesialistik Sumut Berkah yang digelar di , Selasa (12/5/2026). "Program strategis ini menjadi langkah besar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar hingga ke daerah-daerah kabupaten.
Kegiatan tersebut dihadiri para Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota, Kepala Dinas Kesehatan, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara guna memperkuat sinergi dan kesiapan daerah dalam pelaksanaan transformasi layanan kesehatan primer. Dari Kabupaten Humbang Hasundutan hadir Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun bersama Kepala Dinas Kesehatan dan P2KB Alexander Gultom.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, , dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembangunan gedung atau penambahan fasilitas biasa. Transformasi yang dilakukan menyasar perubahan menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan masyarakat agar lebih cepat, modern, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat hingga wilayah terpencil.
“Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus ini diarahkan agar pelayanan kesehatan dasar semakin kuat, berkualitas, dan terhubung langsung dengan rumah sakit rujukan melalui sistem yang lebih terintegrasi,” ujar Sulaiman Harahap.
Ia menjelaskan, Program Sumut Berkah menetapkan 21 puskesmas di 17 kabupaten sebagai lokus prioritas. Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi salah satu daerah yang dipercaya menjalankan program tersebut dengan menunjuk Puskesmas Pakkat sebagai pusat transformasi layanan kesehatan rawat inap plus spesialistik.
Pemilihan Puskesmas Pakkat dinilai strategis karena wilayah Kecamatan Pakkat selama ini menjadi salah satu daerah yang membutuhkan penguatan akses pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan memadai.
Kehadiran program ini diharapkan mampu menjawab tantangan geografis, mempercepat pelayanan medis, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar daerah.
Program Transformasi Puskesmas Rawat Inap Plus Sumut Berkah sendiri mencakup berbagai aspek penting, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, pengadaan alat kesehatan modern, penguatan sumber daya manusia tenaga medis, pembenahan tata kelola pelayanan, penguatan sistem rujukan, hingga penerapan layanan telemedisin berbasis digital. Bahkan, kehadiran dokter spesialis di puskesmas menjadi salah satu target utama dalam program tersebut.
Menurut Sulaiman Harahap, keberhasilan program tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berkualitas tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit besar.
“Keberhasilan program ini harus diukur dari meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, menurunnya hambatan rujukan, meningkatnya mutu pelayanan, serta semakin siapnya puskesmas dalam memberikan pelayanan rawat inap yang aman dan sesuai standar,” tegasnya.
Bagi masyarakat Humbang Hasundutan, khususnya Kecamatan Pakkat dan wilayah sekitarnya, program ini menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan."Selama ini masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi keterbatasan akses pelayanan medis, terutama untuk layanan spesialistik dan penanganan pasien rawat inap.
Dengan transformasi ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih manusiawi."Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan-pun menyambut positif penetapan Puskesmas Pakkat sebagai lokus program.
Pemkab menilai program tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperkuat pelayanan publik hingga ke pelosok daerah.
Selain menjadi forum sosialisasi, kegiatan di Medan tersebut juga menjadi wadah penguatan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan pemerintah kabupaten/kota dalam menyukseskan transformasi layanan kesehatan primer.
Seluruh daerah lokus diminta segera menyiapkan dokumen teknis, kesiapan sumber daya, serta memperkuat koordinasi lintas sektor agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Transformasi Puskesmas Pakkat diharapkan bukan hanya menjadi simbol pembangunan kesehatan, tetapi juga menjadi tonggak perubahan pelayanan publik yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan kesehatan di sejumlah daerah, kehadiran program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang adil, merata, dan bermutu bagi seluruh masyarakat Sumatera Utara. (PS/B.Nababan)
