Tumbuhkan Generasi Cerdas Finansial, Pemkab Humbahas Gencarkan Edukasi Menabung Sejak Dini bagi Pelajar SMP

/ Rabu, 20 Mei 2026 / 07.41.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui program edukasi keuangan dan budaya menabung sejak dini bagi siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2026.

Program edukasi tersebut digelar di sejumlah sekolah SMP di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan, diawali di UPT SMP Negeri 001 Doloksanggul pada Senin, 18 Mei 2026. 

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Humbahas, Dinas Pendidikan, hingga lembaga jasa keuangan yang berkolaborasi untuk memberikan pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan kepada para pelajar.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Mariani F. Sinaga hadir bersama perwakilan Dinas Pendidikan Humbahas. Turut mendukung kegiatan tersebut sejumlah perbankan nasional dan daerah, yakni Bank Mandiri, Bank Sumut, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dalam sambutannya, Mariani F. Sinaga menegaskan bahwa pendidikan keuangan perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya mengatur keuangan secara bijak. 

Menurutnya, budaya menabung bukan hanya sekadar menyimpan uang, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter disiplin, mandiri, hemat, dan bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa di tengah perkembangan zaman dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, generasi muda dituntut tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga harus memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan pribadi. 

Kebiasaan sederhana seperti menabung diyakini mampu membantu anak-anak belajar merencanakan masa depan serta menghargai hasil usaha yang mereka miliki.

“Menabung merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi masa depan anak-anak. Dengan membiasakan diri menyisihkan uang sejak usia sekolah, para siswa akan belajar hidup hemat, mandiri, serta mampu mengatur kebutuhan dan keinginannya secara seimbang,” ujar Mariani dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan edukasi keuangan ini mendapat sambutan antusias dari para siswa. Tercatat sebanyak kurang lebih 618 siswa-siswi kelas VII dan VIII mengikuti kegiatan tersebut. 

Dari jumlah itu, sekitar 585 siswa telah difasilitasi untuk membuka rekening tabungan oleh pihak perbankan yang hadir. Langkah tersebut menjadi bagian nyata dalam mendukung gerakan menabung sejak dini sekaligus memperluas akses layanan keuangan kepada pelajar.

Selain penyampaian materi tentang pentingnya menabung, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai layanan dasar perbankan, manfaat memiliki rekening tabungan, cara mengelola uang saku secara bijak, hingga pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan.

Kepala UPT SMP Negeri 001 Doloksanggul, Seventina Purba, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai program edukasi keuangan sangat positif karena memberikan wawasan baru bagi para siswa terkait pengelolaan keuangan yang sehat sejak usia muda.

Menurut Seventina, pendidikan tentang keuangan sangat relevan diterapkan di lingkungan sekolah karena mampu membantu membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki pola hidup sederhana. 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga budaya menabung benar-benar menjadi kebiasaan di kalangan pelajar.

“Melalui edukasi ini, anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan uang dengan bijak dan mempersiapkan masa depan mereka sejak dini,” ungkapnya.

Program edukasi keuangan ini direncanakan akan terus berlanjut di sekolah lainnya, yakni di UPT SMP Negeri 014 Sibuntuon Parpea pada 20 Mei 2026 serta SMP Swasta St. Lusia Doloksanggul pada 21 Mei 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap budaya menabung dan kesadaran literasi keuangan dapat semakin tumbuh di kalangan generasi muda. 

Kehadiran TPAKD bersama lembaga jasa keuangan juga menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan sektor perbankan dalam memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini demi mewujudkan generasi yang mandiri, cerdas finansial, dan sejahtera di masa depan. (PS/B.Nababan)

Komentar Anda

Terkini: