289 Siswa Diduga Keracunan MBG, BGN Setop Operasional SPPG Berastagi, Ini Rinciannya

/ Jumat, 14 Agustus 2026 / 10.00.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM - KARO - Warga Kabupaten Karo dibuat heboh dengan kabar ratusan siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026).

Para siswa yang mengalami keluhan berasal dari SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi. Mereka kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan data sementara Pemerintah Kabupaten Karo, tercatat 289 siswa mendapat perawatan. Para korban tersebar di beberapa fasilitas kesehatan.

Di RS Amanda terdapat 157 orang, terdiri dari 137 pasien rawat inap dan 20 orang rawat jalan. Kemudian 90 orang dirawat di RS Efarina, 35 orang di RSUD Kabanjahe, 4 orang di RS Mina dan 3 orang mendapat penanganan di Puskesmas Berastagi.

Melihat kondisi tersebut, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, bersama Forkopimda Kabupaten Karo langsung turun ke sejumlah rumah sakit untuk melihat kondisi para siswa.

Bupati juga didampingi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) RI beserta perwakilan Koordinator Regional Sumatera Utara dan Koordinator Wilayah Karo, Kepala Cabang IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kepala SMA Negeri 1 Berastagi serta perwakilan Yayasan Bersama Berastagi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan medis dengan baik. Bupati Karo yang juga seorang dokter spesialis ikut memantau langsung kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan.

«“Pemerintah Kabupaten Karo bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesembuhan anak-anak kita. Kami pastikan perawatan medis berjalan maksimal. Jika ada siswa yang kondisinya sudah membaik dan dinyatakan sehat oleh tim dokter, proses kepulangannya akan difasilitasi langsung oleh Pemkab Karo hingga sampai ke rumah masing-masing,” tegas Bupati Karo.»

Di tengah penanganan para siswa, Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengeluarkan surat pemberhentian operasional sementara terhadap SPPG Karo Berastagi, Sempajaya.

Surat dengan Nomor 3662/D.TWS/90/2026 tersebut ditandatangani Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dr. Ketut Sumedana.

Dalam surat itu disebutkan, pemberhentian sementara dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun 2026, laporan khusus Kepala SPPG Karo Berastagi, Sempajaya tertanggal 13 Agustus 2026, serta tangkapan layar media sosial terkait kejadian yang disebut sebagai kejadian fatal di SPPG tersebut.

SPPG yang diberhentikan sementara itu tercatat dengan ID SPPG Z07IVDDS, dengan nama Yayasan Manunggal Kartika Jaya.

Sebelumnya, suasana di sejumlah rumah sakit di Berastagi sempat ramai. Kerabat dan teman para siswa terlihat datang silih berganti untuk melihat kondisi korban yang tengah mendapat perawatan.

Pemkab Karo meminta masyarakat tidak panik dan tetap tenang. Penanganan medis terhadap para siswa terus dilakukan, sementara penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi pihak terkait.

Pemerintah Kabupaten Karo juga memastikan perkembangan kondisi para siswa akan terus dipantau dan disampaikan kepada masyarakat. (PS/210)
Komentar Anda

Terkini: