BPJS Ketenagakerjaan Hadir di PKKMB Universitas Pohuwato, Bangun Literasi Jaminan Sosial bagi Generasi Muda

/ Sabtu, 29 Agustus 2026 / 15.24.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-POHUWATO — BPJS Ketenagakerjaan turut hadir dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Pohuwato Tahun Akademik 2026–2027, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–11.00 WITA di Gedung Ichsan Convention Center Pohuwato (GICCP) tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan konsep jaminan sosial ketenagakerjaan kepada mahasiswa sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.


Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan dalam PKKMB tidak sekadar menjadi agenda sosialisasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat literasi sosial dan ekonomi generasi muda. Mahasiswa sebagai calon tenaga kerja, profesional, wirausahawan, maupun pelaku ekonomi mandiri perlu memiliki pemahaman mengenai risiko yang dapat muncul dalam aktivitas produktif serta mekanisme perlindungan sosial yang tersedia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.


Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Dr. Ir. Sanco Simanullang didampingi Kepala Cabang Pohuwato Sri Mulyana memberikan pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Materi mencakup sejumlah program perlindungan, antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Secara konseptual, jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan instrumen perlindungan sosial yang dirancang untuk mengurangi dampak finansial ketika peserta menghadapi risiko tertentu dalam kehidupan kerja. Karena itu, pengenalan program tersebut kepada mahasiswa dinilai relevan sebagai bagian dari pendidikan kesiapan memasuki dunia kerja, terutama di tengah perubahan pola pekerjaan yang semakin beragam, mulai dari pekerja formal hingga pekerja mandiri dan wirausaha.


Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Sanco Simanullang menekankan bahwa pemahaman tentang jaminan sosial sebaiknya dibangun sejak masa mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga perlu memahami aspek perlindungan diri dan keluarga ketika nantinya terlibat dalam aktivitas pekerjaan dan kegiatan ekonomi.


«“Mahasiswa perlu memahami bahwa bekerja bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, tetapi juga bagaimana memastikan diri dan keluarga mendapatkan perlindungan ketika menghadapi risiko sosial dan ekonomi akibat kecelakaan kerja, kematian, maupun risiko lainnya.”»


Melalui kegiatan PKKMB tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap literasi mengenai jaminan sosial dapat tumbuh di kalangan generasi muda secara berkelanjutan. Sinergi dengan Universitas Pohuwato juga diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi akademik, tetapi turut membekali mahasiswa dengan kesadaran terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan perlindungan sosial sebagai bagian penting dari kesiapan menghadapi masa depan.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: