CCTV atau Program Narkoba Dana Desa? LSM Penjara Dorong Pemda Prioritaskan Pengawasan Kamtibmas

/ Senin, 24 Agustus 2026 / 15.47.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Aceh Tenggara kembali mendapat perhatian. Ketua DPD LSM Penjara Aceh Tenggara, Pajri Gegoh Selian, bersama aktivis Muhammad Raja, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk memasang CCTV di sepanjang ruas Jalan Kutacane–Medan, khususnya pada persimpangan dan titik yang dinilai rawan.

Pajri menilai, pemasangan CCTV merupakan langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat sekaligus membantu Kepolisian dalam melakukan pencegahan dan pengungkapan tindak kriminal.

 “Kalau dibandingkan dengan program narkoba yang menggunakan dana desa, menurut saya lebih baik anggaran tersebut diarahkan untuk pengadaan CCTV di sepanjang Jalan Kutacane–Medan. CCTV jelas manfaatnya, bisa dipantau dan dapat membantu Kepolisian mengungkap tindak kriminal,” ujar Pajri Gegoh Selian, Senin (24/8/2026). 

Menurutnya, pernyataan tersebut bukan bermaksud mengesampingkan upaya pemberantasan narkoba. Namun, setiap penggunaan anggaran publik harus memiliki target, manfaat dan pengawasan yang jelas.

Ia berharap pemasangan CCTV dilakukan secara terintegrasi, terutama di persimpangan, kawasan padat aktivitas masyarakat dan titik yang selama ini dianggap rawan.

 “Jangan sampai setelah terjadi pencurian atau tindak kriminal kita baru mencari pelakunya. Kalau jalur utama terpantau CCTV, ruang gerak pelaku akan semakin sempit dan pergerakannya lebih mudah ditelusuri,” katanya.

Sementara itu, aktivis Muhammad Raja meminta Pemkab Aceh Tenggara tidak berhenti pada pengadaan kamera. Menurutnya, harus dibangun pula pos pemantauan CCTV yang terintegrasi dan dikelola bersama dengan pihak Kepolisian.

 “Pemda harus bergandeng tangan dengan Kepolisian. Jangan hanya memasang kamera, tetapi harus ada pusat monitoring atau pos pemantauan. Kalau ada aktivitas mencurigakan, petugas bisa segera mengetahui dan mengambil langkah,” ujar Muhammad Raja.

Ia menilai sistem tersebut dapat menjadi salah satu instrumen pencegahan kejahatan sekaligus mendukung aparat dalam mengidentifikasi pelaku apabila terjadi tindak pidana.

Dukungan terhadap penguatan pengawasan juga disampaikan masyarakat. Khaidir, salah seorang warga, menilai keberadaan CCTV di jalur Kutacane–Medan akan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas atau melintas pada malam hari.

 “Kami sebagai masyarakat tentu sangat mendukung kalau pemerintah memasang CCTV. Selain membuat orang lebih merasa aman, kalau terjadi sesuatu di jalan, rekamannya bisa membantu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” kata Khaidir.

Menurut Khaidir, CCTV sebaiknya tidak hanya dipasang di pusat kota, tetapi juga menjangkau persimpangan dan sejumlah titik yang minim pengawasan.

 “Kalau bisa sepanjang jalan Kutacane–Medan ada titik-titik CCTV. Yang penting bukan hanya dipasang, tetapi benar-benar dipantau dan dirawat,” ujarnya.

Pajri dan Muhammad Raja berharap Pemkab Aceh Tenggara bersama Kepolisian dapat menyusun sistem pengawasan terpadu, mulai dari pemasangan CCTV, pusat monitoring hingga mekanisme respons cepat.

Mereka menilai pengawasan berbasis teknologi dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal serta menciptakan situasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Aceh Tenggara. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: