Dari Kolam ke Meja Warga, Lapas Tanjungbalai Berbagi Hasil Binaan Sambut HUT RI ke-81

/ Rabu, 12 Agustus 2026 / 07.10.00 WIB

 

POSKOTASUMATRA.COM | TANJUNGBALAI – Ikan berenang di dalam kolam,

sayur tumbuh menghijau halaman.

Dari tangan warga binaan lahir manfaat,

dibagi untuk sesama penuh kepedulian.

Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya ditandai dengan upacara dan kemeriahan. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungbalai Asahan, semangat kemerdekaan justru diwujudkan lewat aksi nyata: berbagi hasil pembinaan kepada masyarakat.

Selasa (11/8/2026), jajaran Lapas Kelas IIB Tanjungbalai Asahan menggelar bakti sosial dengan membagikan hasil Bimbingan Kerja (Bimker) warga binaan, berupa ikan air tawar dan sayur-mayur hasil budidaya program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan.

Kegiatan tersebut dipimpin Dodi Noris Sinulingga selaku Plh. Kalapas, dan diikuti pejabat struktural serta seluruh staf Lapas.

Hasil budidaya yang dibagikan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Ada proses panjang di baliknya—mulai dari merawat, memberi makan, menanam, memanen hingga memastikan hasilnya dapat memberikan manfaat.

Di situlah nilai pembinaan warga binaan terlihat. Program Bimker tidak hanya diarahkan untuk memberikan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab serta kemandirian.


Dari tangan yang pernah salah, lahir sesuatu yang bermanfaat.


Ikan air tawar dan sayuran yang dibagikan kepada keluarga warga binaan menjadi bukti bahwa proses pembinaan di balik tembok Lapas dapat menghasilkan sesuatu yang menyentuh kehidupan di luar.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi jembatan untuk mempererat hubungan positif antara Lapas, warga binaan, keluarga dan masyarakat. Hasil pembinaan pun diperkenalkan secara langsung sebagai bentuk bahwa warga binaan tetap memiliki ruang untuk berkarya dan memberikan manfaat.

Kasi Binadikgitaja yang sekaligus ditunjuk sebagai Plh. Kalapas menegaskan, pembinaan kemandirian harus mampu melahirkan perubahan yang nyata.

 “Dari proses pembinaan lahir keterampilan, dari keterampilan tumbuh kemandirian, dan dari kemandirian hadir manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Semangat kemerdekaan pun terasa lebih bermakna ketika hasil kerja keras warga binaan tak hanya berhenti sebagai proses pembelajaran, tetapi mampu menjadi berkah bagi orang lain.


Menanam sayur di pagi hari,

ikan dipelihara tumbuh berkembang.

Kemerdekaan bukan sekadar diperingati,

tetapi diisi dengan karya dan kepedulian yang nyata bagi orang banyak. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: