POSKOTASUMATRA.COM | Aceh Tenggara — Jalan penghubung antara Desa Lawe Loning Satu dan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, dilaporkan telah putus selama lebih dari dua tahun. Namun hingga kini, jalan yang menjadi akses vital masyarakat tersebut belum juga mendapat perbaikan dari Pemerintah Daerah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, badan jalan terlihat putus di bagian yang berada di sekitar aliran sungai. Kondisi tersebut membuat akses masyarakat terganggu dan menjadi keluhan warga yang selama ini mengandalkan jalur tersebut.
Ironisnya, jalan itu bukan sekadar akses penghubung antar desa. Bagi masyarakat setempat, khususnya para petani, jalan tersebut merupakan jantung aktivitas pertanian dan perekonomian warga untuk membawa kebutuhan ke kebun serta mengeluarkan hasil bumi dari kawasan pertanian dan perkebunan.
Putusnya akses selama lebih dari dua tahun dinilai telah menyulitkan para petani dalam mengangkut hasil pertanian. Hingga saat ini, warga masih menunggu adanya perhatian dan langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk memperbaiki jalan tersebut.
Kepala Desa Kuta Tengah, Hendri Siringo-ringo, mengatakan jalan tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat.
“Jalan ini sudah putus lebih dari dua tahun, tetapi sampai sekarang belum juga diperbaiki. Padahal jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat dan menjadi jantung para petani untuk membawa kebutuhan pertanian serta mengeluarkan hasil bumi mereka,” ujar Hendri Siringo-ringo, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Sebab, semakin lama jalan mengalami kerusakan tanpa penanganan, maka semakin besar pula dampaknya terhadap aktivitas dan perekonomian masyarakat.
“Kami berharap Pemerintah Daerah segera memberikan perhatian serius dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan ini. Jangan sampai masyarakat, khususnya para petani, terus mengalami kesulitan karena akses utama mereka terputus,” tegasnya.
Masyarakat Desa Lawe Loning Satu dan Desa Kuta Tengah berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera turun ke lokasi dan melakukan penanganan terhadap jalan yang telah putus lebih dari dua tahun tersebut.
Sebab bagi warga, jalan itu bukan hanya soal infrastruktur, melainkan urat nadi ekonomi masyarakat dan jantung para petani dalam mengeluarkan hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.(PS/ASP)
