POSKOTASUMATERA.COM, NIAS UTARA – Di tengah antusiasme warga yang berebut bersalaman dan berfoto, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima langsung aspirasi masyarakat saat meninjau lokasi pembangunan SDN Lasara, Jumat (7/8/2026).
Salah satu tokoh masyarakat, Taefori Zalukhu yang akrab disapa Ama Peru Zalukhu, menyampaikan keluhan warga Kecamatan Alasa, khususnya Desa Bitaya dan Desa Humene Sihene'asi, Kecamatan Tugala'oyo.
Ama Peru memaparkan bahwa jalan provinsi yang melintasi Kecamatan Afulu, Alasa, dan Tugala'oyo atau penghubung Nias Utara dengan Nias Barat via Desa Bitaya merupakan jalan peninggalan masa kolonial Belanda.
Hal ini disampaikan Ama Peru kepada wartawan saat dikonfirmasi via WhatsApp pada, Minggu (9/8/2026) siang.
Ama Peru menjelaskan bahwa, Sejak Indonesia merdeka, jalan tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan. Kondisinya semakin parah setelah jembatan di Sungai Oyo putus pada tahun 1960-an.
Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan jalan itu pernah diperkeras sekitar 5 tahun lalu sepanjang 6 km hingga ke pinggir Sungai Oyo. Namun saat ini kondisinya kembali rusak parah.
"Masyarakat sangat memohon agar jalan ini segera dibangun untuk menunjang peningkatan ekonomi. Kami juga mohon Bapak Gubernur berkenan meluangkan waktu meninjau langsung lokasi sekitar 2 km agar mengetahui kondisi sebenarnya," ujar Ama Peru.
"Pembangunan Dimulai Tahun 2027"
Merespons permohonan warga, Gubernur Bobby Nasution menyatakan bersedia meninjau langsung lokasi jalan di Desa Bitaya.
Setibanya di lokasi, Gubernur menyampaikan kepastian kepada masyarakat. "Pembangunan jalan provinsi lewat Desa Bitaya akan dimulai tahun 2027 mendatang," kata Bobby Nasution.
Jawaban itu disambut syukur oleh warga. Harapan yang telah puluhan tahun mereka nantikan kini tinggal menunggu realisasi.
Warga Alasa-Afulu Usulkan Jalan Baru Via Botolala
Dalam kesempatan yang sama, Ama Peru juga menyampaikan usulan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Kecamatan Alasa dengan Kecamatan Afulu melalui Botolala.
Jalan tersebut akan melintasi Desa Hiligawöni, Banuasibohou I, Lolo'ana'a, Banuasibohou II, Dahana Alasa, dan Desa Lauru Fadoro, Kecamatan Afulu.
"Ini kebutuhan mendesak bagi masyarakat dua kecamatan untuk peningkatan ekonomi," jelasnya.
Surat permohonan yang telah ditandatangani para tokoh masyarakat, kepala desa, dan Camat Alasa kemudian diserahkan kepada Gubernur oleh perwakilan masyarakat pemohon.
Kunjungan Gubernur ke Nias Utara ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sumut untuk mendengar langsung dan menindaklanjuti persoalan infrastruktur di daerah kepulauan. (PS/356)