![]() |
| Muhsin, S.PdI, M.PdI | Kadis Pendidikan Dayah Aceh |
POSKOTASUMATERA.COM | BANDA ACEH — Memperingati 21 tahun perdamaian Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., mengajak seluruh rakyat Aceh untuk terus menjaga dan merawat perdamaian yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade.
Muhsin menegaskan, perdamaian Aceh bukan sekadar catatan sejarah atau seremoni tahunan, melainkan sebuah amanah yang harus dijaga bersama agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi mendatang.
“Perdamaian adalah amanah. Karena itu mari kita rawat bersama. Perdamaian harus menjadi landasan untuk memperkuat pendidikan, keadilan, persatuan dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” ujar Muhsin.
Menurutnya, peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh harus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan Aceh sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan.
Muhsin menilai, ulama memiliki peran strategis dalam menjaga kemaslahatan umat serta memberikan pendidikan moral dan keagamaan kepada masyarakat. Keteladanan dan nasihat para ulama dinilai penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, adil dan bermartabat.
Selain itu, kalangan santri juga diharapkan menjadi pelopor perdamaian dan keadilan. Pendidikan dayah, kata Muhsin, tidak hanya membentuk generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga generasi yang memiliki kepedulian terhadap persatuan, kemanusiaan dan masa depan Aceh.
“Santri harus menjadi bagian dari generasi yang membawa pesan-pesan perdamaian. Ilmu yang diperoleh di dayah hendaknya diwujudkan dalam sikap yang menyejukkan, menghargai perbedaan dan mengutamakan kemaslahatan umat,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi Aceh yang aman dan stabil akan membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan pendidikan, perekonomian dan pembangunan. Karena itu, perdamaian tidak boleh dipandang hanya sebagai hasil kesepakatan masa lalu, tetapi harus dirawat sebagai modal penting untuk membangun masa depan Aceh.
Muhsin mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan perdamaian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari dengan mengedepankan persatuan, toleransi, keadilan dan semangat gotong royong.
Lima pesan penting dalam momentum 21 Tahun Perdamaian Aceh:
Perdamaian Aceh harus terus dirawat bersama.
Ulama memiliki peran strategis dalam menjaga kemaslahatan umat.
Santri diajak menjadi pelopor perdamaian dan keadilan.
Stabilitas membuka ruang bagi kemajuan pendidikan, ekonomi dan pembangunan.
Damai adalah amanah untuk generasi sekarang dan generasi mendatang.
Muhsin berharap semangat perdamaian terus diwariskan kepada generasi muda Aceh sehingga pengalaman panjang perjalanan sejarah Aceh dapat menjadi pelajaran berharga dalam membangun daerah yang lebih maju, adil dan sejahtera.
“Mari kita jadikan 21 tahun perdamaian Aceh sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan. Damai bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga amanah yang harus kita wariskan kepada anak cucu kita.” ujar sang Kadis Pendidikan Dayah Aceh Muhsin. (PS | DAMRY)
