Ketua DPRK Lhokseumawe Ultimatum Proyek Jalan: Tak Langsung Diaspal, Jangan Ada Perbaikan Lagi!

/ Senin, 31 Agustus 2026 / 20.17.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM|LHOKSEUMAWE — Ketua DPRK Lhokseumawe melontarkan peringatan keras terkait pengerjaan proyek jalan yang hingga kini menjadi perhatian masyarakat. Ia menegaskan, pekerjaan jalan tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah hingga justru membuat masyarakat menjadi korban.

Ketua DPRK meminta agar pekerjaan tidak kembali dilakukan apabila seluruh peralatan kerja yang dibutuhkan belum lengkap.

“Sampai dengan ke depannya, apabila proyek ini tidak langsung diaspal, jangan ada perbaikan jalan lagi,” tegas Ketua DPRK.

Ia juga menekankan bahwa kesiapan alat kerja harus menjadi perhatian sebelum pekerjaan dilaksanakan. Menurutnya, apabila peralatan belum lengkap, maka pekerjaan seharusnya tidak dipaksakan untuk berjalan.

“Apabila belum lengkap alat kerja, tidak boleh kerja. Kalau tidak boleh, jangan ada perbaikan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan sikap DPRK yang meminta pelaksanaan pekerjaan jalan benar-benar memperhatikan kepentingan dan keselamatan masyarakat.

Lebih jauh, Ketua DPRK juga menyampaikan pesan keras kepada pihak-pihak yang terlibat agar tidak berhadapan atau menentang masyarakat Kota Lhokseumawe.

“Yang ketiga, jangan menentang masyarakat Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Ketegasan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kondisi jalan yang sebelumnya telah dikeruk dan dinilai mengganggu aktivitas pengguna jalan. Masyarakat tentu berharap pekerjaan dapat segera dituntaskan dengan baik sehingga tidak terus menimbulkan persoalan di lapangan.

Ketua DPRK menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sebaliknya. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan diharapkan dilakukan dengan kesiapan yang matang dan tidak mengorbankan kepentingan pengguna jalan.

Kini pesan Ketua DPRK jelas: jangan bekerja setengah-setengah, jangan memaksakan pekerjaan tanpa kesiapan alat, dan jangan sampai masyarakat Kota Lhokseumawe yang menanggung dampaknya.(PS|IMAM)

Komentar Anda

Terkini: