Tambang Emas Illegal dan Narkoba Jadi Perhatian Serius SMKN 1 Tantom Angkola

/ Kamis, 20 Agustus 2026 / 09.54.00 WIB

Kepala SMKN 1 Tantom Angkola Agus Zulpan (Nomor 1 Kiri) Karisos Limbong (Nomor dua kiri) beserta Sejumlah Wakasek Sedamg Bincang Bincang

POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Persoalan tambang emas ilegal dan penyalahgunaan narkoba mulai menjadi perhatian serius di lingkungan pendidikan Tantom  Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kepala SMKN 1 Tantom Angkola, Agus Zulpan, menyampaikan kekhawatirannya terhadap dampak sosial yang dapat muncul apabila aktivitas pertambangan ilegal dan peredaran narkoba tidak segera diantisipasi secara bersama-sama. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan dan masa depan generasi muda.


Agus Zulpan menuturkan, sejauh ini terdapat seorang siswa SMKN 1 Tantom Angkola yang disebut terdampak persoalan yang berkaitan dengan aktivitas tambang emas ilegal. Ia mengkhawatirkan apabila persoalan tersebut tidak ditangani secara komprehensif, jumlah anak atau pelajar yang terpapar pengaruh lingkungan negatif dapat bertambah. Karena itu, sekolah memandang penting adanya langkah pencegahan sejak dini melalui penguatan pendidikan karakter, pengawasan, serta komunikasi intensif dengan orang tua dan masyarakat.


“Kalau persoalan tambang emas ilegal dan narkoba tidak segera diantisipasi, kita khawatir akan bertambah lagi anak-anak yang terpengaruh,” ujar Agus Zulpan. Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran dunia pendidikan terhadap faktor eksternal yang dapat mengganggu proses pembentukan karakter peserta didik. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan sosial siswa.


Kepala SMKN 1 Tano Tombangan Angkola Agus Zulpan menyampaikan hal tersebut bersama Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan, Karisos Limbong, yang didampingi sejumlah wakil kepala sekolah. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari perhatian bersama terhadap kondisi sosial di sekitar lingkungan pendidikan. Keterlibatan unsur legislatif dan pihak sekolah dinilai penting untuk memperkuat sinergi dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengancam masa depan pelajar.


Dari perspektif pendidikan, paparan terhadap lingkungan yang memiliki risiko penyalahgunaan narkoba maupun aktivitas ekonomi ilegal dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku remaja. Karena itu, pendekatan pencegahan perlu dilakukan secara terpadu, bukan hanya melalui penindakan, tetapi juga edukasi, pendampingan, pembinaan keluarga, serta peningkatan aktivitas positif bagi siswa. Sekolah dapat menjadi salah satu benteng utama dalam membangun daya tahan generasi muda terhadap pengaruh negatif lingkungan.


Di sisi lain, persoalan tambang emas ilegal juga memiliki dimensi sosial dan lingkungan yang lebih luas. Aktivitas pertambangan tanpa izin berpotensi menimbulkan berbagai dampak apabila tidak memenuhi ketentuan keselamatan dan perlindungan lingkungan. Oleh sebab itu, diperlukan keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, orang tua, serta lembaga pendidikan untuk memastikan aktivitas yang berisiko terhadap masyarakat dan generasi muda dapat dicegah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kekhawatiran yang disampaikan pihak SMKN 1 Tantom Angkola diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap masa depan pelajar. Pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial harus berjalan searah dalam menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi generasi muda. Dengan kolaborasi yang kuat dan langkah pencegahan yang berkelanjutan, ancaman narkoba serta dampak sosial dari aktivitas ilegal diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di Tano Tombangan Angkola.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: