Tiga Titik P3-TGAI Disorot, Nama Andi Muncul: Diduga Kuasai Dana dan Administrasi Kelompok

/ Sabtu, 22 Agustus 2026 / 14.33.00 WIB
POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Belum tuntas sorotan terhadap sejumlah proyek P3-TGAI sebelumnya, kini kembali muncul tanda tanya terhadap pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Aceh Tenggara, Sabtu (22/8/2026). 

Berdasarkan hasil pantauan awak media pada hari ini, sedikitnya terdapat tiga titik proyek P3-TGAI yang didatangi, yakni Kelompok P3A Gala Datar, P3A Kute Tengah Jaya dan P3A Gala Suka.

Di ketiga lokasi tersebut, pekerjaan tampak masih pada tahap pengerjaan pondasi. Namun, awak media juga tidak melihat papan informasi proyek di lokasi, sehingga informasi mengenai nilai kegiatan, sumber anggaran, volume pekerjaan dan pelaksana tidak terlihat secara terbuka.

Sorotan semakin mengarah pada tata kelola dana kelompok setelah Ketua P3A Gala Suka, Simbolon, memberikan pengakuan kepada awak media.

Simbolon menyebut total anggaran proyek P3-TGAI Gala Suka sebesar Rp195 juta. Dari total anggaran tersebut, dana yang telah ditarik melalui dua tahap mencapai sekitar Rp110 juta.

Namun, menurut pengakuan Simbolon, kelompok hanya memegang sekitar Rp10 juta.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penggunaan sekitar Rp100 juta dari dana yang telah ditarik tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, Simbolon menyebut buku rekening kelompok dan stempel resmi P3A Gala Suka berada dalam penguasaan seorang oknum bernama Andi.


DIDUGA ADA KETERKAITAN DENGAN STRUKTUR KELOMPOK


Informasi yang dihimpun awak media di lapangan juga menyebutkan bahwa Andi diduga bukan sepenuhnya pihak luar, melainkan memiliki keterkaitan dengan struktur kelompok tani atau kelembagaan P3A.

Namun, posisi dan kewenangan yang bersangkutan dalam struktur resmi kelompok masih perlu diperjelas.

Jika memang tercatat dalam struktur kelompok, masyarakat tentu berhak mengetahui apa jabatan dan kewenangannya dalam pengelolaan P3-TGAI. Sebaliknya, apabila tidak tercatat sebagai pengurus yang memiliki kewenangan, maka menjadi pertanyaan mengapa rekening dan stempel kelompok berada dalam penguasaannya.


INFORMASI LAPANGAN SEBUT ADA KETERKAITAN POLITIK


Selain persoalan pengelolaan dana dan administrasi kelompok, awak media juga memperoleh informasi dari lapangan yang menyebutkan bahwa Andi diduga merupakan orang atau pihak yang memiliki keterkaitan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan disebut-sebut sebagai pihak yang “memprogramkan” proyek P3-TGAI tersebut.

Informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih membutuhkan konfirmasi dari Andi maupun pihak PKB.

Karena itu, muncul pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka: apakah benar Andi memiliki hubungan dengan PKB? Apakah benar proyek P3-TGAI tersebut diprogramkan melalui dirinya atau pihak politik tertentu? Dan jika benar memiliki keterkaitan politik, apa batas kewenangannya terhadap kelompok P3A penerima program?

Pertanyaan ini penting agar program pemerintah yang ditujukan untuk kepentingan petani tidak menimbulkan persepsi adanya intervensi atau kepentingan politik dalam pengelolaan kelompok penerima manfaat.


ATURAN P3-TGAI HARUS DIJALANKAN


Program P3-TGAI dilaksanakan melalui kelembagaan P3A/GP3A/IP3A dan mengedepankan prinsip partisipasi masyarakat, swakelola, transparansi serta akuntabilitas.

Karena itu, pengelolaan dana seharusnya dapat dipertanggungjawabkan oleh kelompok penerima sesuai struktur dan dokumen kerja sama yang berlaku.

Munculnya dugaan bahwa pihak tertentu menguasai rekening, stempel dan pengelolaan dana kelompok harus menjadi perhatian serius pihak BWS.

Terlebih, dari tiga lokasi yang didatangi awak media, muncul informasi mengenai dugaan pola pengelolaan yang terkoordinir dan dikaitkan dengan nama oknum yang sama.

Rp195 juta anggaran P3-TGAI Gala Suka, Rp110 juta telah ditarik, tetapi kelompok mengaku hanya memegang Rp10 juta. Buku rekening dan stempel disebut dikuasai Andi. Kini muncul pula informasi mengenai dugaan keterkaitan Andi dengan PKB.

Semua informasi tersebut perlu dibuktikan melalui dokumen resmi, struktur kepengurusan P3A, bukti pencairan dan pertanggungjawaban penggunaan dana, bukan sekadar berdasarkan isu di lapangan.

Awak media meminta BWS segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tiga proyek tersebut, termasuk menelusuri struktur kelompok, mekanisme pencairan, penggunaan anggaran serta pihak yang sebenarnya mengendalikan kegiatan.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih membuka ruang konfirmasi kepada BWS, Kelompok P3A Gala Datar, P3A Kute Tengah Jaya, Andi, serta pihak PKB untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan secara berimbang.(PS/ASP) 
Komentar Anda

Terkini: