Tingginya Antusias Sekolah Praktik Perikanan, P2MKP Amphibi Padang Lancat Alami Overkapasitas Asrama, Pengelola Harap Dukungan Pemkab Tapsel

/ Jumat, 07 Agustus 2026 / 20.01.00 WIB

Pengelola P2MKP Amphibi, Marihot Anton Sihombing


POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Minat sekolah kejuruan dan perguruan tinggi untuk memperdalam ilmu perikanan budidaya di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Amphibi, Desa Padang Lancat Sisoma, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa pendidikan berbasis praktik lapangan semakin diminati karena mampu memberikan pengalaman nyata yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri di sektor perikanan.


Pengelola P2MKP Amphibi, Marihot Anton Sihombing, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah peserta yang datang setiap tahun membuat fasilitas rumah kost atau asrama yang tersedia tidak lagi mampu menampung seluruh siswa dan mahasiswa. Bahkan, kapasitas penginapan yang ada saat ini telah melebihi batas ideal sehingga kenyamanan peserta pelatihan mulai terdampak.


Menurut Marihot Anton Sihombing yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Padang Lancat Sisoma, masih banyak sekolah yang ingin melaksanakan praktik kerja lapangan dan pembelajaran di P2MKP Amphibi. Namun, keterbatasan fasilitas penginapan memaksa pihak pengelola menolak sebagian permohonan. "Kami sangat menyayangkan harus menolak sekolah yang ingin belajar di sini. Kendala utama bukan pada fasilitas pelatihan, melainkan keterbatasan rumah kost untuk menampung peserta," ujarnya.


Sejumlah lembaga pendidikan yang telah melaksanakan praktik di P2MKP Amphibi antara lain SMKN 3 Pariaman, SMKN 1 Angkola Sangkunur, SMKN 1 Lumut, serta mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa P2MKP Amphibi telah menjadi salah satu pusat pembelajaran perikanan air tawar yang dipercaya sebagai lokasi pengembangan kompetensi berbasis praktik.


Secara akademis, pembelajaran berbasis praktik di bidang perikanan memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi peserta didik, terutama dalam aspek budidaya ikan air tawar, manajemen kualitas air, pengelolaan pakan, hingga kewirausahaan perikanan. Model pembelajaran seperti ini juga mendukung program pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul serta memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi perikanan budidaya.


Atas kondisi tersebut, Marihot Anton Sihombing berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H. Gus Irawan Pasaribu, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan swasembada ikan air tawar, dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan tambahan rumah kost atau asrama bagi peserta pelatihan. Menurutnya, dukungan infrastruktur akan membuka kesempatan lebih luas bagi sekolah-sekolah lain untuk belajar di P2MKP Amphibi.


Dengan dukungan fasilitas yang memadai, P2MKP Amphibi Padang Lancat Sisoma diyakini mampu berkembang menjadi pusat pelatihan perikanan yang lebih representatif di Sumatera Utara. Selain meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, keberadaan pusat pelatihan ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkuat sektor perikanan budidaya, serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan berbasis potensi lokal di Kabupaten Tapanuli Selatan.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: