Bupati Asahan Luncurkan Inovasi ASTABRATA, Dorong Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data Presisi

/ Senin, 21 September 2026 / 20.20.00 WIB
Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar

POSKOTASUMATERA. Com - Asahan - Pemerintah Kabupaten Asahan menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengetasan kemiskinan dan efektivitas perlindungan sosial melalui pendekatan ilmiah serta terintegrasi. 

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran inovasi ASTABRATA (Akselerasi Strategis Tata Kelola Berbasis Data, Resiliensi, Adaptasi, dan Pengentasan Kemiskinan) oleh Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Senin (21/09/2026).

​Agenda krusial yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri jajaran Forkopimda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BPS Kabupaten Asahan, serta para Camat se-Kabupaten Asahan.

​Dalam laporannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Asahan, Jutawan Sinaga, S.STP., M.AP., memaparkan bahwa ASTABRATA dirancang secara khusus untuk mengakselerasi pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. 

Inovasi ini memfokuskan sasaran pada penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), penajaman akurasi bantuan sosial, hingga percepatan kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

​ASTABRATA bukanlah program bantuan sosial baru, melainkan sebuah kerangka kerja dan mekanisme kolaboratif. 

"Sistem ini tidak mendegradasi atau mengambil alih wewenang OPD lain, melainkan memastikan setiap keluarga prasejahtera menerima penanganan dan intervensi yang presisi sesuai kondisi nyata di lapangan," ujar Jutawan.

​Pada tahap awal implementasi, ASTABRATA akan menjangkau 25 kecamatan di seluruh Kabupaten Asahan, dengan target minimal 100 KPM usia produktif. Prosesnya dijalankan secara terstruktur melalui tujuh tahapan menyeluruh :

1. ​Penetapan data sasaran

2. ​Asesmen komprehensif

3. ​Klasifikasi kebutuhan

4. ​Penyusunan Rencana Intervensi Individual (RII)

5. ​Rujukan dan eksekusi intervensi

6. ​Pemantauan berkala

7. Verifikasi dan validasi akhir

​Jutawan menambahkan, proses graduasi KPM tidak boleh dipahami sebatas menghapus nama dari basis data penerima bantuan. 

Graduasi merupakan buah dari rangkaian pembedayaan, pendampingan, dan verifikasi terukur yang Indikator utamanya terletak pada kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

​Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin menekankan pentingnya ketersediaan data tunggal yang tepercaya sebagai pijakan utama dalam mengambil setiap keputusan strategis penanganan kemiskinan.

​"Data yang kuat adalah fondasi utama perencanaan yang tepat. Dari perencanaan yang presisi, lahir program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga dampaknya terasa nyata dan berkelanjutan," tegas Taufik. 

​Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asahan juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk menuntaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang capaiannya telah menyentuh angka 82,5%. Beliau menargetkan perampungan hingga 100% pada akhir September 2026 dengan menyisir seluruh warga yang belum terdata.

​Selain Sensus Ekonomi, optimalisasi platform Parlinsos Digital turut menjadi sorotan. Bupati menginstruksikan penambahan Agen Parlinsos Digital hingga ke tingkat dusun serta pemberian pendampingan aktif bagi warga yang mengalami keterbatasan akses teknologi.

​"Sensus Ekonomi, Parlinsos Digital, dan inovasi ASTABRATA berada dalam satu napas perjuangan: memperkuat basis data pembangunan. Sudah saatnya kita menanggalkan ego sektoral dan pola kerja terisolasi. Sinergi adalah kunci," tambah Taufik.

​Rangkaian acara yang diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa ini juga ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) oleh Bupati Asahan kepada calon keluarga mandiri, sebagai simbol dimulainya langkah konkret transformasi sosial di Kabupaten Asahan. (PS/Joko).

Komentar Anda

Terkini: