DARI BATANGTORU MENUJU DUNIA! ESA ULI MENAPAKKAN KAKI KE JEPANG, KOLABORASI INDUSTRI DAN PEMERINTAH BUKA JALAN MASA DEPAN SISWA SMKN 1 BATANGTORU

/ Sabtu, 19 September 2026 / 21.46.00 WIB

Kepala SMKN 1 Batangtoru Hamonangan Harahap MA  Menerima Peralatan dari Kementrrian

POSKOTASUMATERA.COM-BATANGTORU — Mimpi besar tidak selalu lahir dari kota-kota besar. Di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, mimpi itu tumbuh dari ruang-ruang kelas SMKN 1 Batangtoru, tempat anak-anak muda ditempa dengan ilmu, keterampilan, dan keberanian untuk menatap masa depan. Kini, harapan tersebut mulai melangkah lebih jauh, bahkan hingga ke Jepang, membuktikan bahwa anak daerah juga memiliki kesempatan untuk menembus dunia.


Di balik perjalanan itu, Kepala SMKN 1 Batangtoru, Hamonangan Harahap, MA, terus mendorong penguatan pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta berbagai pihak yang peduli terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Baginya, keberhasilan sekolah kejuruan bukan sekadar tentang bangunan dan fasilitas, melainkan bagaimana peserta didik mampu menguasai keterampilan, membangun kepercayaan diri, dan memperoleh kesempatan untuk mewujudkan cita-cita. Pendidikan harus menjadi jembatan yang menghubungkan anak-anak Batangtoru dengan masa depan yang lebih luas.


Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut terjalin bersama PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe di Batangtoru. Sejak 2022, siswa dari program keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Ternak (ATP), serta Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) SMKN 1 Batangtoru mendapatkan pengalaman belajar melalui kunjungan ke Mujagi Farm, Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di sana, siswa tidak hanya melihat pertanian dari buku pelajaran, tetapi juga mengenal langsung teknologi, manajemen usaha, dan praktik agribisnis. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan wawasan, kreativitas, serta keberanian mengembangkan potensi diri.


Upaya memperkuat kualitas pendidikan vokasi semakin nyata melalui program revitalisasi sarana dan prasarana pembelajaran SMK berbasis industri pada 23–26 Juli 2026. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dan industri, termasuk Dirjen Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Tatang Muttaqin serta Direktur SMK Arie Wibowo, bersama pejabat dan perwakilan dinas pendidikan dari berbagai provinsi. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan gagasan tentang bagaimana pendidikan kejuruan dapat semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, dan perusahaan diharapkan memperluas kesempatan siswa untuk memperoleh pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan industri.


Kolaborasi lintas sektor itu juga melibatkan sejumlah unsur dunia usaha dan pendidikan tinggi, di antaranya President PT Labtech Penta Internasional, Direktur PT Sanindo Multi Tekno, CEO PT MES Teknologi Indonesia, Direktur Toyota Batam Center, Direktur PT Djitoe Mesindo, serta Direktur Politeknik Negeri Batam. Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa masa depan pendidikan vokasi membutuhkan kerja bersama. Sekolah menjadi tempat membangun fondasi ilmu, industri menghadirkan pengalaman dan kebutuhan kompetensi, sementara pemerintah berperan mendukung kebijakan serta pengembangan fasilitas. Ketika semua bergerak searah, peluang siswa untuk berkembang semakin terbuka.


Harapan itu terasa semakin dekat ketika salah seorang siswa SMKN 1 Batangtoru, Esa Uli, diberangkatkan bekerja ke Jepang melalui program Kementerian Pendidikan untuk SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Keberangkatan Esa Uli menjadi momen penting bagi perjalanan pendidikan vokasi di Batangtoru sekaligus membuka gambaran bahwa keterampilan yang dipelajari di sekolah dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja internasional. Di balik langkahnya menuju Jepang, tersimpan harapan keluarga, perjuangan belajar, dan cita-cita untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Sementara itu, sejumlah siswa lainnya masih menjalani proses administrasi untuk mengikuti kesempatan serupa. Jalan menuju dunia kerja global memang membutuhkan persiapan, tetapi kesempatan itu kini semakin nyata di hadapan mereka.


Dukungan terhadap pembelajaran juga diperkuat melalui bantuan peralatan teknologi informasi berupa 29 unit komputer PC, satu unit wireless router, satu unit proyektor Infocus, satu unit laptop, satu unit AVACE, satu unit layar atau screen, serta satu unit printer Epson. Fasilitas tersebut diharapkan menunjang pembelajaran digital, meningkatkan literasi teknologi, dan membantu siswa beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja. Seluruh upaya ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan

untuk menyiapkan generasi muda yang terampil, mandiri, dan berdaya saing. Dari Batangtoru, perjalanan Esa Uli menuju Jepang menjadi salah satu gambaran bahwa mimpi anak daerah dapat melintasi batas geografis. Melalui sinergi SMKN 1 Batangtoru, pemerintah, PT Agincourt Resources, dunia industri, dan perguruan tinggi, pendidikan bukan hanya membuka pintu ruang kelas, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih luas. Sebab, ketika kesempatan bertemu dengan keterampilan dan kerja keras, anak-anak Batangtoru pun memiliki ruang untuk melangkah menuju dunia.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: