POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI UTARA — Pengalaman panjang di dunia pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, dan politik mengantarkan Drs. H. Maas Siagian dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut berlangsung dalam rangkaian peresmian Sopo Godang Siregar Siagian di Bona Pasogit, Dusun Hopong, Desa Dolok Sanggul, Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (26/9/2026). Ribuan warga dan keluarga besar Siregar Siagian dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam momentum tersebut.
Pengukuhan kepengurusan baru ini tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga merefleksikan upaya mempertahankan ikatan kekerabatan di tengah dinamika masyarakat yang semakin modern. Sopo Godang yang diresmikan menjadi bagian penting dari ruang sosial dan budaya keluarga besar Siregar Siagian, tempat berlangsungnya pertemuan, musyawarah, kegiatan adat, sekaligus ruang untuk mentransmisikan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Sosok Drs. H. Maas Siagian memiliki perjalanan pengabdian yang panjang. Ia lahir di Sipirok, 24 Maret 1962. Pendidikan formalnya ditempuh mulai dari SD Negeri 1 Sipirok, SMP Negeri 1 Sipirok, hingga SMA Negeri 1 Sipirok. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan pendidikan sarjana Administrasi dan menyelesaikannya pada 1992. Ia juga mengikuti sejumlah pendidikan dan pelatihan untuk menunjang kapasitas profesionalnya, termasuk Diklat Sepeda pada 1992 dan Diklat PIM III pada 2004. Karier birokrasi Maas Siagian kemudian berkembang setelah ia merantau ke Jayapura pada 1981.
Pengabdiannya di pemerintahan Papua membawanya menduduki sejumlah posisi strategis, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua maupun Kabupaten Tolikara. Di antaranya Kepala Subbagian Antarlembaga pada Bidang Penanggulangan Linmas Daerah Provinsi Papua pada 2002, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Tolikara pada 2003, Sekretaris Bappeda pada 2009, Kepala BPMK pada 2010, Inspektur Kabupaten Tolikara pada 2013, serta Asisten Administrasi Umum pada 2014.
Puncak perjalanan birokrasi tersebut ditandai dengan kepercayaan kepada Maas Siagian sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara pada periode 2020–2022. Setelah memasuki masa pensiun, pengabdiannya tidak berhenti. Ia kembali aktif di kampung halaman dan melanjutkan kiprah melalui jalur politik serta organisasi kemasyarakatan.
Sejak 2024 hingga sekarang, ia tercatat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan dengan suara terbanyak, sekaligus dipercaya memegang sejumlah tanggung jawab organisasi.
Selain sebagai Ketua Umum Parsadaan Siregar Siagian, Maas Siagian juga dipercaya sebagai Ketua Partai NasDem dan Ketua Induk Keluarga Alumni Pelajar Sipirok Indonesia (IKAPSI) Tabagsel. Beragam pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang kini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat koordinasi dan komunikasi keluarga besar Siregar Siagian, baik yang berada di Bona Pasogit maupun di berbagai daerah perantauan.
Prosesi pengukuhan pengurus Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere periode 2026–2031 berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Susunan kepengurusan dibacakan oleh Abdul Rahman Siagian sebelum kemudian dilakukan pengukuhan. Kepengurusan baru tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antarkeluarga, membangun koordinasi lintas wilayah, serta menjaga kesinambungan nilai adat dan budaya Siregar Siagian di tengah perubahan zaman.
Momentum peresmian Sopo Godang semakin bermakna ketika dilakukan pengguntingan pita oleh Ketua Umum Drs. H. Maas Siagian sebagai tanda resmi dibukanya Sopo Godang Siregar Siagian. Prosesi tersebut disambut haru dan sukacita oleh keluarga besar yang hadir. Dalam rangkaian acara juga dilakukan penyerahan Ogung Sibagur kepada Ketua Umum Siregar Siagian yang kemudian dikembalikan ke Sopo Godang Hopong. Prosesi ini menjadi simbol kebersamaan, penghormatan terhadap Bona Pasogit, serta keterhubungan generasi penerus dengan akar budaya leluhur.
Di balik seluruh rangkaian kegiatan tersebut, tersimpan pesan tentang pentingnya merawat persaudaraan dan identitas budaya. Semboyan “Sai Anggiat Marsahala Simangot ni Oppung Tai Tu Hita Pinopparna” menjadi ungkapan harapan agar keturunan memperoleh karisma, wibawa, dan berkat dari leluhur. Di bawah kepemimpinan Drs. H. Maas Siagian untuk periode 2026–2031, Parsadaan Siregar Siagian Boru Dohot Bere diharapkan terus menjadi ruang bersama untuk mempererat tali persaudaraan, melestarikan adat dan budaya, serta membangun kepedulian sosial bagi keluarga besar Siregar Siagian di Bona Pasogit maupun di tanah perantauan.(PS/BERMAWI)

