POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kutacane membuka babak baru dalam memperjuangkan pemenuhan pendidikan keagamaan bagi mahasiswa Kristen di Universitas Gunung Leuser (UGL).
Perjuangan tersebut disuarakan langsung melalui audiensi GMKI Kutacane dengan jajaran Rektorat UGL, Selasa (22/9/2026). Pertemuan itu dihadiri Rektor UGL Dr. Indra Utama, M.Pd., dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Fakhrur Rizal, S.Pd., M.Pd.
Dalam audiensi tersebut, GMKI Kutacane menyampaikan aspirasi terkait rencana pengadaan Mata Kuliah Agama Kristen bagi mahasiswa Kristen yang menempuh pendidikan di UGL.
GMKI menilai ketersediaan pembelajaran agama Kristen penting sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pendidikan sekaligus pembinaan karakter mahasiswa Kristen di lingkungan perguruan tinggi.
Aspirasi tersebut mendapat respons positif dari pihak Rektorat UGL. Rektor UGL Dr. Indra Utama menyatakan pihak universitas siap mendukung pengadaan mata kuliah tersebut serta menegaskan komitmen memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh mahasiswa.
“Semua mahasiswa yang kuliah di UGL akan kita jamin mendapatkan hak yang sama, baik fasilitas pendidikan maupun beasiswa.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal keterbukaan pihak kampus terhadap aspirasi mahasiswa sekaligus komitmen UGL dalam membangun lingkungan akademik yang memberikan ruang bagi mahasiswa tanpa membedakan latar belakang agama.
Sementara itu, Ketua GMKI Cabang Kutacane Leonardo D. Sihombing mengapresiasi sikap terbuka jajaran Rektorat UGL dalam menerima aspirasi yang disampaikan.
Menurutnya, audiensi tersebut menjadi momentum penting bagi GMKI Kutacane dalam memperjuangkan agar mahasiswa Kristen dapat memperoleh pembelajaran agama Kristen di lingkungan kampus.
“Audiensi ini menjadi langkah penting dan sejarah baru bagi GMKI Kutacane dalam memperjuangkan hak mahasiswa Kristen untuk mendapatkan pembelajaran agama Kristen di lingkungan kampus. Kami mengapresiasi keterbukaan dan komitmen Rektor UGL yang siap mendukung pengadaan mata kuliah Agama Kristen.”
Leonardo berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada audiensi, tetapi dapat segera ditindaklanjuti hingga Mata Kuliah Agama Kristen benar-benar terealisasi dan dapat diikuti mahasiswa Kristen di UGL.
“Harapan kami, proses ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga mahasiswa Kristen dapat memperoleh hak pendidikan keagamaan secara baik dan setara,” ujarnya, Selasa (22/9/2026)
Ia menegaskan, perjuangan GMKI bukan semata-mata untuk kepentingan organisasi, melainkan bagian dari upaya mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi seluruh mahasiswa untuk berkembang, baik secara akademik, karakter maupun spiritual.
GMKI Kutacane juga berharap komunikasi dan sinergi dengan pihak UGL terus terbangun hingga proses pengadaan Mata Kuliah Agama Kristen dapat direalisasikan.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan antara GMKI Kutacane dan UGL serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang adil, setara dan menghargai keberagaman di lingkungan perguruan tinggi. (PS/ASP)
