POSKOTASUMATERA.COM | BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak seluruh jajaran pemerintah, aparat keamanan, serta unsur terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah mitigasi bencana menyusul adanya prakiraan peningkatan curah hujan di wilayah Aceh mulai September 2026.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mualem dalam pertemuan silaturahmi bersama Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan dan Ketua DPRA Zulfadhli atau Abang Samalanga, di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (2/9/2026) sore.
Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi mengatakan, pertemuan tersebut turut membahas pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan intensitas hujan yang dapat memicu berbagai risiko bencana hidrometeorologi.
“Informasi mengenai potensi peningkatan curah hujan harus menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran pemerintah dan unsur terkait,” kata Gubernur Mualem, sebagaimana disampaikan Nurlis.
Menurut Nurlis, Gubernur Mualem menilai kesiapsiagaan tidak boleh dilakukan setelah bencana terjadi. Upaya pencegahan dan mitigasi harus dipersiapkan sejak dini agar pemerintah dan masyarakat memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan langkah pencegahan dan mitigasi sedini mungkin agar risiko bencana dan korban di tengah masyarakat dapat kita tekan,” ujar Mualem.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Aceh berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mulai September ini.
Sebelumnya, BMKG sempat mencantumkan Aceh sebagai wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat dalam kategori Siaga. Namun, status tersebut kemudian diperbarui menjadi kategori Waspada.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Aceh karena peningkatan curah hujan berpotensi meningkatkan risiko bencana seperti banjir, longsor, angin kencang, maupun gangguan terhadap aktivitas masyarakat.
Karena itu, Gubernur Mualem mengajak seluruh pihak untuk tidak mengabaikan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
Pertemuan Gubernur Aceh bersama Kapolda Aceh dan Ketua DPRA juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.
Gubernur, Kapolda Aceh, dan Ketua DPRA membahas pentingnya memperkuat langkah mitigasi serta kesiapsiagaan sejak dini, termasuk memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif apabila terjadi kondisi darurat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kesiapsiagaan menghadapi bencana membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk aparat keamanan dan masyarakat,” demikian pesan Gubernur Mualem.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Pelaksana Tugas Sekda Aceh Taufik, Sekretaris Fraksi Partai Aceh (PA) DPR Hendri Muliana, serta Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol Said Anna Fauza.
Pemerintah Aceh berharap kewaspadaan yang dibangun sejak awal dapat meminimalkan dampak apabila terjadi bencana, sekaligus memastikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.
Langkah mitigasi dini juga diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan informasi resmi mengenai perkembangan cuaca, khususnya ketika terjadi peningkatan curah hujan di wilayah masing-masing.
Dengan kesiapsiagaan yang lebih kuat, Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat serta mengurangi risiko korban dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi. (PS | DAMRY)
