POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — Semangat generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup menggema di Sopo Daganak, Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Senin (21/9/2026). Pembukaan Jambore Gen Berdaya Sekolah Adiwiyata 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat pendidikan lingkungan berbasis aksi nyata, sekaligus membangun kesadaran pelajar terhadap tantangan perubahan iklim. Kegiatan yang diinisiasi PT Agincourt Resources (PTAR) bersama Yayasan Peduli Lingkungan (YPL) Semut Merah, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tapanuli Selatan, ini menghadirkan ruang pembelajaran, kreativitas, dan pemberdayaan bagi generasi muda.
Mengusung tema “Gen Berdaya: Inovasi Kader Adiwiyata Mewujudkan Sekolah Tangguh Iklim”, jambore ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sebanyak 60 siswa dan siswi serta 30 guru pendamping dari 15 sekolah Adiwiyata binaan PTAR mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai lingkungan hidup, tetapi juga didorong mengembangkan gagasan inovatif yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah dan masyarakat.
Senior Supervisor Community Service Agincourt Resources, Nurhanifah Pulungan, menyampaikan harapannya agar jambore ini menjadi wadah pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. Ia berharap pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi yang diperoleh selama kegiatan dapat dibawa pulang serta diimplementasikan di sekolah masing-masing. Menurutnya, keterlibatan aktif siswa dan guru merupakan bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan, sehingga kepedulian ekologis tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tapanuli Selatan, Asrul Ali Siregar, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Herman Siregar, menekankan pentingnya peran kader Adiwiyata sebagai penggerak perubahan perilaku di lingkungan sekolah. Para peserta diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan kebiasaan positif kepada teman-teman sebaya, mulai dari menjaga kebersihan hingga membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun karakter peduli lingkungan sekaligus menciptakan ekosistem sekolah yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Hal menarik dalam jambore ini adalah tantangan kepada para peserta untuk melakukan pemetaan kerentanan iklim dan potensi ketahanan lingkungan di sekolah masing-masing. Melalui metode transect walk atau penelusuran lingkungan serta analisis partisipatif, siswa diajak mengamati kondisi nyata, mengidentifikasi titik rawan permasalahan ekologis, dan mengenali potensi yang dapat dikembangkan. Hasil pengamatan tersebut selanjutnya menjadi dasar penyusunan rekomendasi dan rencana aksi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar kontekstual, sehingga siswa tidak sekadar memahami teori perubahan iklim, tetapi juga terlibat dalam proses mengenali masalah dan merumuskan solusi.
Peserta jambore berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan kategori Sekolah Adiwiyata, mulai dari calon sekolah tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga mandiri. Di antaranya SMPN 1 Tantom Angkola, MTsS NU Batang Toru, SMAN 1 Batang Toru, MTsN 3 Tapanuli Selatan, SDN 100715 Telo, SMPN 2 Muara Batang Toru, SMKN 1 Batang Toru, SDS 100910 Islam Terpadu Faza Azkia, SMPN 1 Muara Batang Toru, SDN 100710 Hapesong Baru, SMPN 1 Batang Toru, SDN 100712 Hapesong Lama, SMKN 2 Batang Toru, serta SDN 100707 Perkebunan Batang Toru. Pembukaan ditandai dengan pemasangan syal kepada peserta sebagai simbol dimulainya kegiatan, dilanjutkan yel-yel penuh semangat, “Jambore Gen Berdaya Menyala, Adiwiyataku, Semangat Martabe, Great! Great! Great! Horas, Tapsel Bangkit!” Suasana tersebut mencerminkan antusiasme peserta dalam mengembangkan gerakan peduli lingkungan di sekolah masing-masing.
Kepala SMPN 1 Tantom Angkola, Padang Togatorop, S.Pd., M.M., menyambut positif pelaksanaan Jambore Gen Berdaya 2026. Ia menilai kegiatan ini penting untuk melatih kreativitas dan kepedulian siswa, khususnya dalam membudayakan pemanfaatan barang bekas menjadi produk yang bermanfaat. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti mengurangi sampah, mendaur ulang bahan yang masih dapat dimanfaatkan, dan membiasakan perilaku hidup bersih.
Ia juga berharap PTAR terus memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada sekolah dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kolaborasi PTAR, DLHD Tapanuli Selatan, dan YPL Semut Merah melalui jambore ini diharapkan memperkuat lahirnya kader Adiwiyata yang tidak hanya memahami persoalan lingkungan, tetapi juga mampu menggerakkan teman sebaya melalui aksi konkret. Dari sekolah hingga Desa masing masing semangat Gen Berdaya diharapkan tumbuh menjadi gerakan bersama untuk membangun generasi muda yang tangguh menghadapi perubahan iklim, sekaligus mewujudkan lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan lestari.(PS/BERMAWI)


