POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — Pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Di Pondok Pesantren Tono Ponggol Mardhatillah LK I, Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan, pembiasaan spiritual menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, akhlak, dan kesiapan mental para santri dan santriwati.
Setiap pagi, kecuali hari Senin yang diisi dengan kegiatan upacara bendera, seluruh santri dan santriwati mengikuti apel pagi yang diawali dengan pembacaan sholawat. Kegiatan tersebut menjadi rutinitas yang dirancang untuk menciptakan suasana religius sekaligus membangun kebersamaan sebelum para peserta didik memulai aktivitas pembelajaran.
Setelah rangkaian sholawat dan apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh guru. Materi kultum diarahkan pada nilai-nilai keislaman, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya menghormati guru dan sesama. Penyampaian pesan secara singkat dan rutin diharapkan mampu menjadi penguatan karakter yang diterapkan santri dalam kehidupan sehari-hari.
Secara pedagogis, pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten dapat membantu membentuk perilaku melalui proses pengulangan dan keteladanan. Karena itu, kegiatan sholawat dan kultum pagi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter yang mengintegrasikan aspek spiritual, sosial, dan kedisiplinan dalam kehidupan pesantren.
Kegiatan tersebut juga memberikan ruang kepada para santri untuk mengawali hari dengan suasana yang lebih tenang dan terarah.
Pesan-pesan moral yang disampaikan guru menjadi bekal bagi santri dalam mengikuti proses pembelajaran, sekaligus mendorong mereka untuk mengembangkan sikap santun, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pimpinan Pondok Pesantren Tono Ponggol Mardhatillah, Pilhanuddin Hasibuan, LC, terus mendorong agar pembiasaan keagamaan dan pendidikan karakter berjalan secara berkesinambungan. Sinergi antara pimpinan, guru, dan seluruh santri menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian dan akhlak mulia.
Dengan rutinitas sholawat, apel pagi, dan kultum tersebut, Pondok Pesantren Mardhatillah Tano Ponggol LK. I Tano Ponggol Kelurahan Sitinjak menunjukkan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai proses pembentukan manusia yang utuh. Dari kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap pagi, diharapkan lahir generasi santri yang berilmu, berkarakter, disiplin, serta memiliki landasan spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.(PS/BERMAWI)

