SMPN 1 Tantom Angkola Hadiri Jambore Gen Berdaya Sekolah Adiwiyata 2026, Tumbuhkan Kepedulian Lingkungan dari Generasi Muda

/ Selasa, 22 September 2026 / 18.05.00 WIB

Kepala SMPN 1 Tantom Angkola  Padang Togatorop S.Pd MM Bersama Siswi foto Bersama

POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN – Bagi sebagian orang, barang bekas mungkin hanya dipandang sebagai sesuatu yang sudah tidak berguna. Namun bagi para pelajar yang mengikuti Jambore Gen Berdaya Sekolah Adiwiyata 2026, benda-benda tersebut justru dapat menjadi awal dari sebuah kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Semangat itu terasa dalam kegiatan Jambore Gen Berdaya Sekolah Adiwiyata 2026 yang berlangsung di Sopo Daganak, Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (21/9/2026). SMPN 1 Tantom Angkola turut ambil bagian dengan menghadirkan Kepala Sekolah, dua guru pendamping, serta empat orang siswa sebagai perwakilan sekolah. Bagi para siswa, kehadiran dalam jambore tersebut bukan sekadar mengikuti sebuah kegiatan di luar sekolah. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan pelajar dari berbagai sekolah, berbagi pengalaman, melihat kreativitas teman-teman sebaya, sekaligus belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.


Jambore Gen Berdaya Sekolah Adiwiyata 2026 diselenggarakan oleh PT Agincourt Resources (PTAR), perusahaan pengelola Tambang Emas Martabe, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kabupaten Tapanuli Selatan serta menggandeng Yayasan Peduli Lingkungan (YPL) Semut Merah. Kolaborasi tersebut mempertemukan unsur dunia usaha, pemerintah, lembaga pemerhati lingkungan, dan satuan pendidikan dalam satu ruang pembelajaran.


Peserta kegiatan berasal dari berbagai jenjang pendidikan dan kategori Sekolah Adiwiyata, mulai dari calon sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga mandiri. Sejumlah sekolah yang hadir antara lain SMPN 1 Tantom Angkola, MTsS NU Batang Toru, SMAN 1 Batang Toru, MTsN 3 Tapanuli Selatan, SDN 100715 Telo, SMPN 2 Muara Batang Toru, SMKN 1 Batang Toru, SDS 100910 Islam Terpadu Faza Azkia, SMPN 1 Muara Batang Toru, SDN 100710 Hapesong Baru, SMPN 1 Batang Toru, SDN 100712 Hapesong Lama, SMKN 2 Batang Toru, serta SDN 100707 Perkebunan Batang Toru.


Kepala SMPN 1 Tantom Angkola, Padang Togatorop, S.Pd., M.M., menyambut positif pelaksanaan Jambore Gen Berdaya 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa karena mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dilatih untuk berpikir kreatif dalam melihat persoalan lingkungan di sekitar.


“Anak-anak perlu diberikan ruang untuk berkreasi dan belajar bahwa barang yang dianggap sudah tidak berguna masih bisa dimanfaatkan kembali. Dari kegiatan seperti ini, mereka belajar tentang kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.


Bagi sekolah, pesan yang dibawa dari jambore ini sederhana tetapi penting: kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali benda yang masih layak, serta menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah merupakan kebiasaan kecil yang apabila dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak yang lebih besar.


Lebih dari sekadar kegiatan sehari, Jambore Gen Berdaya menjadi ruang untuk menanamkan pengalaman dan kebiasaan baru kepada para pelajar. Harapannya, apa yang mereka lihat, pelajari, dan praktikkan selama kegiatan dapat dibawa kembali ke sekolah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari tangan generasi muda, perubahan terhadap lingkungan dapat dimulai.


 Mereka bukan hanya diajak untuk mengenal istilah Adiwiyata, tetapi juga merasakan langsung bahwa lingkungan yang bersih dan lestari membutuhkan kepedulian, kreativitas, serta tindakan nyata. SMPN 1 Tantom Angkola pun menempatkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan membangun budaya sekolah yang semakin peduli terhadap lingkungan.


Melalui kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pemerhati lingkungan, Jambore Gen Berdaya Sekolah Adiwiyata 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan lingkungan bukan hanya tentang teori di dalam kelas. Pendidikan lingkungan adalah tentang membentuk kebiasaan dan karakter, sehingga para pelajar tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga lingkungan sekaligus mengajak orang-orang di sekitarnya melakukan hal yang sama. (PS/BERMAWI)


Komentar Anda

Terkini: