BAZNAS TAPSEL PACU KEMANDIRIAN PETANI JAGUNG! ZAKAT PRODUKTIF GARAP 3 HEKTARE LAHAN DI BARINGIN SIPIROK

/ Jumat, 09 Oktober 2026 / 22.39.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM – SIPIROK – Komitmen membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor pertanian terus diperkuat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Melalui program Zakat Produktif, BAZNAS Tapsel menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian berupa benih unggul jagung pipil, pupuk dasar, dan obat-obatan pertanian untuk mengoptimalkan pengelolaan lahan seluas 3 hektare di Desa Baringin, Kecamatan Sipirok, Kamis (8/10/2026). Program ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di wilayah pedesaan.


Penyaluran bantuan tersebut dipimpin langsung Ketua BAZNAS Tapanuli Selatan, Jon Sujani Pasaribu, didampingi Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Sipirok, Hardi Pulungan, serta perangkat desa dan kelompok tani penerima manfaat. Kehadiran jajaran BAZNAS di lokasi pertanian tidak sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan motivasi kepada para petani agar mengelola lahan secara optimal, menerapkan teknik budidaya yang tepat, serta menjaga keberlanjutan usaha tani sebagai sumber penghidupan keluarga.


Dalam peninjauan lapangan, Jon Sujani Pasaribu menegaskan bahwa zakat produktif harus mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Menurutnya, bantuan yang bersumber dari zakat umat perlu dikelola secara bertanggung jawab, terarah, dan berkelanjutan agar menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. “BAZNAS Tapanuli Selatan siap mendukung perjuangan para petani di lapangan. Kami berharap seluruh penerima manfaat bertani dengan sungguh-sungguh. Bantuan zakat dari umat ini harus menjadi daya dorong nyata untuk mengubah kondisi ekonomi keluarga menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri,” ungkapnya.


Untuk mendukung keberhasilan budidaya jagung pipil, BAZNAS Tapsel menyediakan sarana produksi yang meliputi benih varietas unggul, pupuk dasar, serta obat-obatan untuk pemeliharaan tanaman. Secara agronomis, penggunaan benih yang sesuai dengan kondisi lahan, pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta pemeliharaan yang teratur merupakan faktor penting dalam menunjang pertumbuhan dan potensi hasil panen. Kendati demikian, keberhasilan produksi juga ditentukan oleh kondisi cuaca, kesuburan tanah, ketersediaan air, dan ketepatan penerapan teknik budidaya oleh para petani.


Jon Sujani menjelaskan bahwa dukungan sarana pertanian tersebut merupakan bentuk keseriusan BAZNAS dalam membantu masyarakat mengembangkan usaha produktif. Ia berharap para petani dapat memanfaatkan setiap bantuan secara efektif sehingga biaya produksi lebih terkendali dan peluang memperoleh hasil panen yang optimal semakin terbuka. “Komitmen kami jelas. Mulai dari bibit unggul, pupuk, hingga obat-obatan pertanian, semuanya disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani. Kami ingin mereka memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” tegasnya.


Program pemberdayaan di Desa Baringin direncanakan berlanjut ke tahap kedua dengan cakupan lahan seluas 4,5 hektare. Dengan demikian, total lahan yang menjadi sasaran program direncanakan mencapai 7,5 hektare setelah pelaksanaan kedua tahap tersebut. Perluasan ini diharapkan membuka peluang pengembangan usaha tani yang lebih besar, memperkuat kapasitas kelompok tani, serta menciptakan fondasi ekonomi produktif di tingkat desa. Agar manfaatnya berkelanjutan, pengelolaan bantuan perlu diiringi pendampingan teknis, pencatatan biaya produksi, evaluasi perkembangan tanaman, dan perencanaan pemasaran hasil panen.


Lebih jauh, Jon Sujani menekankan bahwa tujuan utama zakat produktif bukan semata-mata memberikan bantuan sesaat, melainkan membangun kemandirian ekonomi mustahik atau penerima zakat. Melalui usaha pertanian yang dikelola secara serius dan berkelanjutan, para penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan, memenuhi kebutuhan keluarga, dan secara bertahap memperbaiki taraf hidup. “BAZNAS Tapanuli Selatan akan selalu hadir membantu umat yang membutuhkan. Harapan kami, berawal dari pengelolaan lahan di Desa Baringin ini, kehidupan para petani semakin sejahtera. Kelak, mereka yang hari ini menerima zakat dapat tumbuh menjadi muzakki, yaitu orang yang mampu menunaikan zakat dan membantu sesama,” tuturnya.


Langkah BAZNAS Tapanuli Selatan di Desa Baringin menjadi gambaran bahwa zakat dapat berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara produktif, tepat sasaran, dan berorientasi jangka panjang. Dukungan terhadap petani jagung pipil ini diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi BAZNAS, pemerintah desa, UPZ, dan kelompok tani, gerakan Sipirok Bangkit diharapkan semakin nyata dalam membangun desa yang produktif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: