POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN — Enam dekade perjalanan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) tidak hanya ditandai dengan peringatan usia organisasi. Di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, Milad ke-60 KAHMI justru diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat melalui pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan warga lanjut usia (lansia), Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi refleksi bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan dapat memiliki makna yang lebih luas ketika diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata. Jajaran Majelis Daerah (MD) KAHMI Tapanuli Selatan bersama Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Tapanuli Selatan hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima santunan. Camat Arse Partahian Ritonga bersama sejumlah undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua MD KAHMI Tapanuli Selatan, H. Sawal Pane, SE, M.Si, mengatakan santunan tersebut bukan semata-mata bantuan material, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan organisasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perhatian.
“Kegiatan ini merupakan langkah MD KAHMI Tapanuli Selatan untuk lebih dekat kepada masyarakat dan menjadi sarana memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya untuk anak yatim piatu dan para orang tua kita, para lansia,” ujar Sawal Pane, yang juga merupakan anggota DPRD Tapanuli Selatan dari Fraksi PAN.
Menurut H.Sawal Pane SE.M.SI yang juga menjabat Ketua Komisi C DPRD Tapanuli Selatan, nilai pengabdian alumni HMI tidak berhenti pada aktivitas internal organisasi. KAHMI, kata dia, memiliki ruang pengabdian yang luas melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat dan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
H.Sawal Pane SE.M.Si sedang memberikan Santuan Kepada Anak Yatim Di Kecamatan Arse
“Bakti sosial ini menunjukkan bahwa KAHMI ikut serta berperan dalam mendorong program pemerintah agar sampai langsung kepada masyarakat dan memberikan manfaat bagi masyarakat. KAHMI untuk Ummat, Bangun Negeri, Tebar Manfaat. Yakusa, Yakin Usaha Sampai,” tegasnya.
Dari perspektif pembangunan sosial, perhatian kepada anak yatim piatu dan lansia memiliki arti penting karena kedua kelompok tersebut membutuhkan dukungan sosial yang berkelanjutan. Karena itu, kehadiran KAHMI di Arse tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga membangun komunikasi sosial melalui interaksi langsung antara pengurus organisasi dengan masyarakat.
Suasana kekeluargaan terlihat ketika Sekretaris MD KAHMI Tapanuli Selatan, Nasrul Siregar, Ketua FORHATI Tapanuli Selatan Dewi Ade Yuni, serta jajaran pengurus lainnya berbaur dengan para penerima santunan. Dialog dan silaturahmi yang berlangsung dalam suasana sederhana tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan, karena kepedulian sosial pada hakikatnya tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian dan penghargaan terhadap keberadaan masyarakat.
Salah seorang penerima santunan, A. Harahap, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian MD KAHMI Tapanuli Selatan. Momentum Milad ke-60 di Kecamatan Arse itu akhirnya meninggalkan pesan sederhana namun bermakna: perjalanan panjang sebuah organisasi tidak hanya tercermin dari usia, tetapi juga dari seberapa jauh nilai pengabdian diterjemahkan menjadi manfaat. Dari Arse, KAHMI Tapanuli Selatan kembali menegaskan semangat “KAHMI untuk Ummat, Bangun Negeri, Tebar Manfaat”, dengan menghadirkan kepedulian bagi anak-anak yatim piatu dan para lansia.(PS/BERMAWI)


