POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar Silaturahmi dan Koordinasi Antar-Ormas Islam se-Kabupaten Tapanuli Selatan di Aula Kantor MUI Tapsel, Jumat (2/10/2026). Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membangun kesamaan langkah antara ulama, organisasi keagamaan dan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial masyarakat.
Mengusung semangat “Tapsel Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada penguatan hubungan kelembagaan, tetapi juga diarahkan pada konsolidasi program keumatan. Sinergi antara umara dan ulama dinilai penting karena pembangunan daerah tidak semata-mata berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut ketahanan sosial, moral serta kualitas kehidupan masyarakat.
Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang hadir bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Tapsel, Hotma Rido Ranto Siregar, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa ormas Islam memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun ketahanan masyarakat. Menurutnya, kekuatan dakwah, pendidikan dan pembinaan sosial yang dimiliki ormas keagamaan dapat menjadi instrumen penting untuk mencegah berkembangnya berbagai penyakit sosial di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Gus Irawan secara khusus mengajak seluruh ormas Islam memperkuat gerakan bersama dalam menghadapi penyalahgunaan narkoba, judi online, jeratan rentenir serta berbagai persoalan sosial lainnya. “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini tengah fokus menangani tiga persoalan krusial tersebut. Kita ingin memastikan masyarakat terbebas dari ancaman narkoba, judi online, dan jebakan rentenir,” tegasnya.
Pendekatan terhadap persoalan tersebut, lanjutnya, perlu dilakukan secara komprehensif dengan tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Pemkab Tapsel mendorong optimalisasi sektor ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan lahan pertanian, yang diperkuat dengan skema permodalan yang lebih ramah masyarakat, di antaranya KUR Berkah bunga nol persen dari Bank Sumut serta pemanfaatan zakat produktif melalui BAZNAS Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Tapsel Ali Sati Rangkuti menyampaikan bahwa konsolidasi antarormas Islam merupakan bagian penting dalam merawat persatuan sekaligus menyelaraskan program dakwah, sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Hadir mendampingi jajaran pimpinan MUI Tapsel, Wakil Ketua I Zulfahmi, Wakil Ketua II Nurfin Sihotang, Wakil Ketua III Jon Sujani Pasaribu, Sekretaris Umum Amsaruddin Harianja, serta Ketua Bidang Infokomdigi Asep Safaat Siregar.
Forum tersebut diikuti pimpinan dan perwakilan 15 lembaga keagamaan serta ormas Islam se-Tapanuli Selatan, yakni NU, Muhammadiyah, Al Jam'iyatul Washliyah, BAZNAS, BWI, DMI, FKUB, BSPTS, FKDT, BKMT, 'Aisyiyah, Muslimat NU, IPHI, BKPRMI dan IPQAH. Kehadiran lintas organisasi tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem sosial-keagamaan yang sehat, produktif dan berkelanjutan. Melalui konsolidasi ini, seluruh elemen diharapkan terus mengawal program keumatan serta memperkuat kontribusi masyarakat dalam mewujudkan Tapanuli Selatan yang lebih sejahtera, religius dan berkarakter. (PS/BERMAWI)


