Wabup Tapsel Dorong Damparan Jadi Percontohan Pertanian Terpadu: Jagung, Ikan hingga Kopi

/ Sabtu, 03 Oktober 2026 / 19.51.00 WIB


POSJITASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) terus memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dengan mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), diarahkan menjadi salah satu kawasan percontohan pengembangan ekonomi produktif yang menggabungkan komoditas jagung, perikanan air tawar dan kopi.


Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan penanaman jagung dan penebaran benih ikan di kawasan Air Terjun Damparan, Desa Damparan Haunatas, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga yang mewakili Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu. Kehadiran pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memastikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat diterapkan secara konkret di tingkat desa.


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.250 ekor benih ikan ditebar secara simbolis. Benih tersebut terdiri atas 1.000 ekor ikan jurung berukuran 7–8 sentimeter, 1.500 ekor ikan mas berukuran 8–9 sentimeter, 1.500 ekor ikan tawes berukuran lokal 7–8 sentimeter, serta 1.250 ekor ikan baung berukuran 7–8 sentimeter. Penebaran ini diharapkan menjadi bagian dari upaya pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pengelola utama.


Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga menyampaikan salam dan dukungan Bupati H. Gus Irawan Pasaribu kepada masyarakat Damparan. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus penting pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Komoditas jagung, menurutnya, memiliki peluang untuk dikembangkan secara lebih luas melalui dukungan bibit, sarana produksi dan pendampingan.


Jafar juga mendorong Kecamatan Saipar Dolok Hole, khususnya Desa Damparan Haunatas, menjadi wilayah percontohan dalam pengembangan pertanian dan ekonomi produktif. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh bantuan pemerintah, tetapi juga oleh konsistensi masyarakat dalam mengelola lahan, meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan usaha. Karena itu, ia meminta jajaran pemerintah kecamatan dan desa memberikan pendampingan secara maksimal.


Dukungan terhadap petani juga diarahkan pada aspek pembiayaan. Pemkab Tapsel mendorong pemanfaatan KUR Berkah dengan bunga 0 persen untuk membantu kelompok masyarakat mengembangkan usaha produktif. Skema pembiayaan tersebut diharapkan dapat memperluas akses permodalan sekaligus mendorong masyarakat meningkatkan skala usaha, dengan tetap memperhatikan kemampuan pengelolaan dan keberlanjutan usaha.


Konsep pengembangan Damparan tidak berhenti pada komoditas jagung dan perikanan. Pemerintah daerah juga melihat kopi sebagai komoditas yang memiliki potensi ekonomi dan dapat dikembangkan secara terintegrasi. Jafar mengungkapkan bahwa dirinya baru melakukan kunjungan ke Takengon untuk mempelajari pengelolaan dan budidaya kopi. Pengalaman tersebut akan menjadi bahan pembelajaran dalam membangun tata kelola kopi di Tapanuli Selatan, mulai dari pembibitan, budidaya, pemeliharaan, pengolahan hingga pemasaran.


Dari sisi masyarakat, program tersebut mendapat dukungan positif. Tokoh masyarakat Damparan, Zona Marpaung, menyampaikan bahwa masyarakat telah merasakan manfaat bantuan pemerintah, termasuk dukungan alat pertanian. Penggunaan alat tersebut membantu mempercepat pembukaan lahan sekaligus menekan biaya pengolahan. Ia menyebut luasan lahan yang dikembangkan untuk tanaman jagung juga mengalami peningkatan, dari sekitar 20 hektare menjadi sekitar 28 hektare, dengan target pengembangan mencapai 35–40 hektare.




Masyarakat Damparan juga menyatakan kesiapan untuk mengembangkan komoditas kopi dengan memanfaatkan karakteristik wilayah setempat. Pengembangan kopi diharapkan tidak hanya menghasilkan komoditas perkebunan, tetapi juga membuka peluang terbentuknya kawasan produksi dan wisata berbasis kopi. Dengan demikian, nilai ekonomi yang dihasilkan dapat diperluas melalui kegiatan pascapanen, pengolahan dan sektor pariwisata.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar menekankan pentingnya menjaga sumber daya perairan melalui penguatan konsep lubuk larangan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat. Menurutnya, pengelolaan lubuk larangan dapat berfungsi sebagai instrumen konservasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola melalui aturan desa yang jelas dan disepakati bersama.


Pengaturan waktu penangkapan, pengawasan serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar keberadaan lubuk larangan dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, sumber daya ikan bukan hanya menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem perairan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat desa.


Rangkaian kegiatan di Damparan menunjukkan arah kebijakan Pemkab Tapsel yang semakin menekankan pendekatan integratif dalam pembangunan pedesaan. Gerakan Tanam Jagung, pengembangan Seribu Kolam dan penguatan komoditas kopi tidak dipandang sebagai program yang berdiri sendiri, melainkan dapat dikembangkan secara terpadu berdasarkan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.


Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama dalam mengelola sumber daya desa. Kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci untuk memastikan program dapat memberikan manfaat jangka panjang.


Dengan dukungan sarana produksi, akses pembiayaan, pendampingan serta partisipasi aktif masyarakat, Desa Damparan Haunatas diharapkan mampu berkembang sebagai salah satu contoh pengelolaan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Integrasi jagung, perikanan dan kopi sekaligus membuka peluang terciptanya sumber pendapatan yang lebih beragam bagi masyarakat.


Pengembangan tersebut menjadi bagian dari semangat “Tapsel Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”, dengan menempatkan pertanian, perikanan dan perkebunan sebagai fondasi ekonomi masyarakat. Dari Damparan, pengelolaan potensi lokal diharapkan dapat tumbuh menjadi model pembangunan desa yang produktif, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: