Pj. Kepala Desa Siuhom Boy Parrona Harahap S.Sos sedang Menggondong bayi Usai Pemerilsaan Kesehatan
POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Komitmen mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera terus diperkuat melalui pelaksanaan Posyandu Terpadu di Dusun Paten, Desa Siuhom, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pada Sabtu. Kegiatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat ini menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga lanjut usia (lansia), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Siuhom, Boy Parrona Harahap, S.Sos., turut hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap pemenuhan kebutuhan dasar warga. Kehadirannya mencerminkan pentingnya peran pemerintah desa dalam mendukung pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan Tapsel Bangkit, yakni membangun masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik.
Pelaksanaan Posyandu Terpadu ini melibatkan tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas Sitinjak yang memberikan pelayanan serta pendampingan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran. Posyandu menjadi salah satu instrumen penting dalam pelayanan kesehatan primer, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan rutin, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pencegahan dan deteksi dini berbagai masalah kesehatan.
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berupa susu dan bubur kacang hijau. Pemberian makanan tambahan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya bagi balita dan kelompok yang memerlukan perhatian lebih. Namun, PMT tetap perlu diposisikan sebagai pelengkap konsumsi harian, bukan pengganti makanan utama, dengan memperhatikan usia, kondisi kesehatan, kebutuhan gizi, dan keamanan pangan.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, pemenuhan gizi seimbang pada masa balita merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta pembentukan daya tahan tubuh. Karena itu, pelayanan Posyandu perlu disertai pemantauan berat badan dan pertumbuhan anak secara berkala, edukasi mengenai pola makan bergizi seimbang, serta peningkatan pemahaman orang tua tentang pola asuh dan perilaku hidup bersih dan sehat. Langkah tersebut juga membantu mendeteksi lebih awal risiko gangguan pertumbuhan sehingga tindak lanjut dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Tidak hanya berfokus pada ibu dan anak, Posyandu Terpadu di Dusun Paten turut memberikan perhatian kepada kelompok lansia. Pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas hidup, mempertahankan kemandirian, serta mendeteksi dini faktor risiko penyakit. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan edukasi dari tenaga kesehatan diharapkan dapat mendorong para lansia untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh serta mengikuti anjuran medis sesuai kebutuhan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat bertumpu pada tenaga medis semata, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, fasilitas pelayanan kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Partisipasi aktif warga dalam kegiatan Posyandu menjadi modal sosial penting untuk memperluas jangkauan pelayanan, memperkuat upaya pencegahan penyakit, dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini hingga usia lanjut.
Melalui dukungan Pj Kepala Desa Siuhom Boy Parrona Harahap, S.Sos., bersama tenaga kesehatan UPT Puskesmas Sitinjak, Posyandu Terpadu diharapkan terus berkembang menjadi ruang pelayanan kesehatan sekaligus edukasi bagi masyarakat. Dengan pelayanan yang konsisten, keterlibatan warga, dan kolaborasi lintas sektor, Desa Siuhom diharapkan mampu memperkuat fondasi keluarga sehat serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Tapanuli Selatan yang bangkit, tangguh, dan sejahtera.(PS/BERMAWI)

